BUKANNYA TIDAK CINTA INDONESIA

Bukannya tidak cinta Indonesia, tapi, saya teringat ucapan teman saya “Damn, I love Indonesia. Tapi tidak dengan transportasinya.” Alasannya juga sama, kami tinggal bukan di ibukota Negara. Bandara Provinsi kami hanya menyediakan penerbangan langsung ke beberapa Provinsi saja, sedangkan Indonesia terdiri dari 34 Provinsi yang pantas untuk dikunjungi. ‘but, as we know’ biaya transportasi cukup mahal apalagi musim liburan, dan kebayang jugakan kalau tempat yang dituju mesti pake acara transit segala.

Hey! Jangan sedih kau kawan!! kita masih bisa menikmati liburan kok, masih ada maskapai penerbangan yang mengerti perasaan kita, yang mengerti kondisi keuangan kita, bahkan alternatif liburannya ke Luar Negeri! Sekali lagi saya tekankan ini bukan masalah tidak cinta Indonesia, melainkan masalah BAGAIMANA BERLIBUR HEMAT!

Berlibur hemat identik dengan konsep backpacker, disini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya solo backpacker dan itu langsung ke negara tetangga Kuala Lumpur.

‘Lucky Me!’ di tempat saya Padang Sumatera Barat maskapai penerbangan yang terkenal dengan “Low-cost”nya yakni AirAsia (AA) membuka rute Padang-Kuala Lumpur. Alhasil sayapun dapat merasakan tiket promo kursi Rp. 0 dari AA.

pesawat air asia

Sebagai pemula dalam hal travelling menggunakan pesawat udara awalnya saya pikir tiket 0 rupiah itu memang tanpa bayar asal kita beruntung mendapatkannya maka gratislah semuanya. Eh ternyata bukan begitu, :p. Meskipun kita dapat 0 rupiah tapi kita dikenai beberapa biaya, istilahnya biaya ‘fuel’nya, tapi saya pikir tetap murah!

Bayangkan! saya dapat tiket PP ke Malaysia cuma Rp242.000 di tambah airport tax di bandara Minangkabau saat Itu Rp100.000 jadi total untuk tiket saja cuma mengeluarkan uang Rp. 342.000

tiket pic

Waktu terbang setelah beli tiket ini juga tidak begitu lama cuma sekitar 2-3 bulan. Tapi yah, terbangnya dibulan puasa hahaha. Eitsss, ‘dont worry be happy’ terbang dibulan puasa juga menyenangkan ternyata.

Oke! Tiket sudah saya beli untuk penerbangan tanggal 4-8 juli 2014, mengetahui hal ini teman kantor semua menyangsikan kesanggupan saya. Sahabat terdekat menolak ikut secara berangkatnya di bulan puasa keluar negeri pula. Tiket sudah dibeli mau tidak mau saya harus pergi, saya yakin berkat tiket murah AA hidup saya akan berubah – lsetidaknya tidak akan ada lagi yang menganggap saya penakut.

prinsip saya semua mungkin jika kamu percaya akan kesanggupanmu.

air asia slogan

Tema solo backpacker dan pertama kali bukan berarti kita langsung main nekat-nekatan ya, jadi sebelum berangkat kita mesti juga review di internet apa-apa saja yang perlu kita bawa, dan kita juga mesti pesan penginapan juga, kalau tidak punya kartu kredit dan tidak mengerti cara pesan hostel, di beberapa forum nanti ada teman yang ngejual jasa pemesanan hostel, bahkan ada yang  membuatkan itenararynya (itin), kemana saja kita akan pergi sesuai jadwal keberangkatan kita.

Terbanglah saya dibawa oleh AA, oh ya perlu kamu ingat ini maskapai selalu ontime loh, terbukti saat saya pergi dan pulang selalu tepat sesuai waktunya. Sekitar satu jam penerbangan dari Padang pesawat mendarat di KLIA 2. Bandara ini masih baru dan sangat luas, tapi tidak perlu takut petunjuk arah terpasang dimana-mana.

bandara - Copy

Lepas dari imigrasi barulah saya membaca itin yang telah dibuatkan buat saya. Manfaat dari itin adalah kita tidak perlu kebingungan lagi, kalau ragu cukup tanya, dan saran saya kalau bertanya itu gak perlu juga ‘kelesss’ kita niru-niru bahasa melayu mereka atau dilogat melayukan. Saya mah kalau ragu bertanya tetap menggunakan bahasa Indonesia, bangga kalau saya adalah turis dari Indonesia, hohoho (pembelaan diri juga sih karena bahasa Inggris pas-pasan).

Backpackeran di bulan puasa seru kok, setidaknya kalau negara tujuan kita mayoritas muslim kita bisa menikmati suasana ramadhan, memang sih resiko puasanya batal itu besar 😀 (saya ada membatalkan puasa waktu ke batu caves, dan ternyata bebas-bebas saja minum dan makan disana).

Jujur, sebenarnya itin yang dibuatkan buat saya meleset total, karena setibanya dihostel (cuma Rm. 20/malam HEMAT!) saya bertemu dua orang pemuda dari Kalimantan yang ke Kuala Lumpur dalam rangka menghadiri “Young Entrepreneur’s Conference”. Mereka mengajak saya karena tiket mereka memang berlebih. Wah bersyukur sekali, tujuan saya liburan kan untuk menikmati hal-hal baru. Berlibur ke Malaysia mungkin hal lumrah ya, tapi misi yang saya bawa adalah sepulangnya saya berlibur teman-teman wajib penasaran akan rute travelling saya.

yec - Copy

Solo backpackeran itu sangat menyenangkan! karena kita tidak perlu terganggu dengan kesenangan yang berbeda dengan teman. Sesampai ditempat tujuan kadang kita mesti punya teman dadakan juga biar bisa dimintai photo-photo (apalagi kalau gak punya tongsis), jadi bisa saya katakan saya beruntung kenal 2 orang pemuda kalimantan tersebut.

petronas - Copy

Keberuntungan terus berlanjut, tanggal 5 Juli di KBRI Malaysia diadakan Pemilu Pemilihan Presiden Indonesia. Wah keren sekali, lagi-lagi dapat pengalaman tak terduga! Saya dan teman saya berkesempatan menggunakan hak suara di negara orang dengan menunjukkan paspor. Jadi tidak perlu lagi kami tanggal 9 Juli milih di Indonesia, hal-hal beda inilah yang saya inginkan terjadi selama saya travelling.

memilih - Copy

Lalu apa hal lain yang saya dapatkan di Kuala lumpur? Sebenarnya sih Negaraku tercinta tetap lebih bagus dalam urusan wisata, tapi setelah melihat Negara orang untuk pertama kalinya, dan itupun negara tetangga, saya akhirnya berucap “Betapa tertinggalnya Negaraku Indonesia”.

Di Malaysia sungguh rapi. Okelah penduduk mereka tidak banyak, tapi sarana transportasinya sangat lengkap mulai dari kereta monoreil, kereta ekspres bahkan ada bus gratis juga dan semua itu RAPI!

Bagaimana dengan masyarakatnya? waktu saya akan menyeberang di jalur biasa, pengendara motor disana sampai berhenti dan mempersilahkan saya lewat, dua kali kejadiannya seperti ini, mobil pun memperlambat lajunya. Dijalanan yang tidak ramaipun jika lampu merah mobil-mobil disana berhenti dengan tertib dan jarak mobilpun tidak mepet. Ini baru Malaysia loh.

Sepulang dari Malaysia, barulah saya hitung berapa pengeluaran saya berlibur selama 5 (lima) hari, ternyata cuma sekitar 1,9 – 2,1 juta! Itu sudah termasuk tiket, hostel, kendaraan, makan dan oleh-oleh berupa pernak-pernik dan beberapa coklat secukupnya. 

kamu tahu apa yang saya bilang sama teman di kantor? Saya cuma bilang ” Langkah pertama buka dulu website Airasia, PANTAU TERUS TIKET MURAH!” 

hehehe… 🙂

https://www.facebook.com/notes/airasiaindonesia/kompetisi-blog-10-tahun-airasia-indonesia/810741058958974

Advertisements

3 thoughts on “BUKANNYA TIDAK CINTA INDONESIA

    • setuju sekali, padahal jarak kita dengan mereka dekat “benar-benar TETANGGAAN” tapi pas nyampai disana. loh? loh? kok jauh sekali perbedaannya?

  1. Pingback: TERBANG KODOK BERSAMA AIRASIA | Mesz's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s