MIMPI, akibat namaku yang pasaran.

y300px-Antonio_de_Pereda_-_The_Knight's_Dream

Antonio de Pereda – The Knight’s Dream

SELAMAT pagi, ketika bangun tidur kesiangan 07:35 waktu pasir pengaraian. aku buru-buru mengambil buku dan mencatat mimpiku barusan sebelum menuangkannya di blog ini. Bisa saja menuliskannya langsung tapi takut agak belepotan tulisannya.

Kenapa aku buru-buru menulis? karena aku takut lupa. kamu pasti pernahkan merasakan ketika bangun tidur rasanya kamu bermimpi secara runut dan seolah terjadi? lalu selang beberapa menit kadang kamu melupakan beberapa (part) dari mimpimu itu.

aku lumayan sering mengalaminya, seolah mimpiku itu punya alur cerita tersendiri. Biasanya mimpiku terjadi apabila aku:

  • Begadang hingga pagi menjelang (eeeaaa)
  • aku tersentak bangun, misal bangun pukul 4 atau 5 subuh, melakukan aktifitas sebentar lalu mengulang tidur lagi, biasanya rentang untuk bangun kembali sering juga bermimpi
  • Biasanya saat sedang kedinginan mimpinya selalu sedang dikejar-kejar (musuh).

detail-detail mimpiku sesuatu hal yang menjadi pikiranku dihari sebelumnya. Nah ini mimpiku yang membuatku buru-buru mencatatnya, tapi kamu tidak perlu juga menafsirkan dan menelaah atau langsung pasang togel setelahnya yaaa.. hehehe 

ini mimpiku:

//kata kunci mimpiku adalah Malaysia, karena hari sebelumnya aku terlalu banyaak memikirkan tentang keinginan study di Malaysia//

BERMULA entah darimana,-kan saya langsung lupa-, akibat terlalu banyak menulis prolog.

Aku berada disebuah hotel mewah, dihotel itu aku melihat banyak orang hilir mudik sedang ‘semacam’ di tiap-tiap ruang pertemuan hotel itu sedang ada acaranya.

Aku bingung, aku sampai dihotel ini

  • sedang mencari seseorangkah? (seingatku aku mencari kakakku)
  • mesti bersembunyi karena dikejar-kejar seseorangkah?
  • sedang mencari toiletkah? karena aku merasa sesak pipis, atau
  • karena ingin kesuatu tempat?

yang jelas aku berada di hotel itu, hotel mewah yang kulihat berwallpaper kuning keemasan, lantai beralaskan karpet tebal, memiliki lorong-lorong ruangan yang banyak, terdiri dari jumlah lantai yang juga banyak, dan pastinya mempunyai lift.

karena kebingungan mau ‘ngapain?’, aku dihadapkan pada 2 lift yang besar. berdiri didepan kedua lift tersebut aku memegang sebuah amplop. “Aku harus masuk lift.” pikirku. kemudian aku berpikir lagi, rasanya aku pernah bermimpi; (heran yaaa,,, bisa juga aku saat bermimpi mengingat mimpi yang pernah aku alami beberapa waktu yang lalu).

mimpiku waktu itu.

Aku masuk kesebuah lift, tapi tiba-tiba lift ini bergeraknya tidak hanya turun naik ‘keatas-kebawah’ namun lift ini di desain semacam roller coaster. Jadi ketika kita masuk pertama (dia) naik keatas lalu bergerak horizontal melewati/menembus beberapa ruangan hotel lalu liftnya keluar gedung hotel, kemudian masuk lagi ke gedung hotel yang lain. Lucu, istilahnya kita masuk lift itu untuk pergi ke gedung yang di sebelah.

Hal ini yang membuatku sontak ketakutan karena saat mimpi yang dulu itu aku masuk lift, tiba-tiba liftnya rusak dan bergerak naik kelantai atas semacam gudang yang sangat sempit, dimana space gudang itu lebih kecil dari ukuran tubuhku. seakan terjebak,sesak, dan panik bagaimana meminta bantuan, waktu itu aku pencet-pencet tombol liftnya dan untung liftnya turun kebawah lagi.

Nah, berdasarkan pengalamanku pada mimpi sebelumnya, beberapa saat aku tertegun. Lift mana yang harus kupilih? aku baca tulisan atasnya sisi kiri bertuliskan penumpang/orang sisi kanan bertuliskan Barang. Aku belum berani naik, aku perhatikan orang memilih lift yang mana. Orang banyak masuk ke lift sebelah kanan (Lift barang) dan liftnya memang tampak besar.

Aku memutuskan masuk ke lift sebelah kanan, tiba-tiba (lagi) di lift itu aku sendiri, aku pencetlah tombolnya. Lift bergerak, namun kurasakan gerak lift ini mirip dengan mimpiku waktu itu. Karena tidak mau terulang lagi aku buru-buru pencet tombol-tombol agar liftnya berhenti, Alhamdulillah liftnya berhenti.

karena kapok naik lift aku mencari tangga darurat, ini aku masih lupa nih sebenarnya tujuanku apa? suasana hotel masih sama; melihat orang hilir-mudik, lorong-lorong.

TIBA-TIBA, aku teringat amplop yang kupegang. Oh ya! aku berencana pergi ke Malaysia! Jadwal pesawatku agak malam, berarti ini sudah saatnya aku keruang/gate. “tunggu!” pikirku. Hotel ini dekat Bandara, jadi aku tinggal mencarinya. (maklum ya mimpi, dari hotel berubah bandara) hahaha.

Aku teringat pernah ditinggal pesawat. tidak mau terulang lagi, buru-burulah aku ketempat check in, aku tidak telat dan melihat beberapa penumpang yang kuperhatikan akan satu pesawat dengan ku. didekat-dekat gate tunggu itu ada mbak-mbak menyapaku. Namanya juga mimpi ya, tiba-tiba dia menyapaku.

“Oh, Aditia ya? tadi barusan ada announcement sepertinya pihak maskapai memanggil nama Aditia.”

“Ha?” aku kok tidak dengar? apa jangan-jangan aku salah penerbangan? atau ada salah satu prosedur yang belum aku lengkapi? Aku lihat jam masih ada sekitar 1 jam lewat sedikit sebelum pesawat ini berangkat. aku pikir-pikir ruangan/kantor maskapainya itu pasti disekitaran bandara, mungkin aku masih bisa keluar lagi dan mencarinya. Daripada batal terbang kuputuskan keluar ketempat kantor maskapai itu.

cari-cari-dan-cari, ternyata aku ribet juga mencarinya entah dilantai berapa kantornya. akhirnya seperempat jam sebelum pesawat berangkat aku baru menemukan kantor maskapai yang kunaiki. aku tanya ke staff maskapainya, seorang cewek.

“Tadi Manggil ya, ada apa?”

staffnya itu heran lalu memeriksa amplop yang kupegang. “Oh iya, tadi kami memang memanggil penumpang bernama Adiedya.” ditunjukkannya amplop lain yang diambilnya dari atas meja kerjanya. “Karena dia belum check in, terpaksa kami memanggilnya.”

“Jadi bukan Aditia saya?”

“Oh bukan, ini Bapak pesawatnya mau berangkat.” sambil dilihatnya tiketku.

“Iya, kemungkinan besar saya akan ditinggal pesawat nih.” kuperhitungkan waktu aku kembali ke gate, rasanya tidak akan mungkin tepat waktu.

“Sepertinya Pak.”

“Jadi bagaimana?” awalnya mau protes ‘kan mbak yang manggil-manggil nama saya,’ tapi dipikir-pikir NAMA ADITIA ITU BANYAK!!! salahku juga yang tidak mendengar pengumunan (speaker) dan mbak-mbak yang memberitahu tadi juga tidak salah karena dia memang mendengar nama ADITIA.

i’m really down, mestikah aku tetap lanjut ke Malaysia? cari penerbangan yang lain. Tapi (dimimpi) itu aku memutuskan tidak jadi berangkat dan PULANG!!!

Ketika aku pulang dengan lesu, menuruni eskalator, aku melihat teman SMPku, namanya Restu Mariza biasanya di SMP dipanggil Acik.

Ingat ya, kadang sering kita bermimpi bertemu dengan teman yang padahal sebenarnya kita hanya teman biasa atau tidak terlalu akrab. tapi bisa ‘terlibat mimpi dengan dia.

“Acik ngapain disini?” tanyaku basa-basi, cukup heran karena setahuku Acik ini PNS ditanjung Balai Karimun. dan dimimpi ini di Bandara mana pula kan.. ahahaha

“Oh ada acara dit, Acikkan baru selesai ambil S2.”

OOooallaaahhh.. barulah kuingat aku ke Malaysia karena ingin sekali kuliah S2 disana!.

berarti batal dong???

-AKHIRNYA TERBANGUN DARI MIMPI- dalam kondisi celingak-celinguk,, ehhh bulan puasa ya sekarang hehehe..

 

HIKSSS HU HUHU HUU… #jangan sampai batal….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s